BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Membangun suatu generasi yang maju dan cemerlang dapat dilakukan melalui
proses pendidikan yang mampu meningkatkan kompetensi dan kapasitas
manusia sebagai subjek dan objek peradaban itu sendiri tanpa
mengesampingkan fitrah manusia dan nilai-nilai yang diyakininya. Sebuah
hal yang sudah biasa jika saat ini langkah lembaga yang bergerak
dibidang pendidikan berlomba-lomba untuk mengadakan perbaikan kurikulum
maupun metode pembelajaran, baik dalam pengenalan dan penerapan
teknologi untuk mempersiapkan generasi diera globalisasi dan informasi
sekarang ini.
Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang komputer mengalami kemajuan
yang sangat pesat dan berkembang setiap saat, telah banyak mempengaruhi
manusia menuju masyarakat yang membutuhkan informasi yang cepat dan
tepat. Sehubungan dengan hal tersebut baik dalam instansi pemerintah
maupun swasta, lembaga-lembaga pendidikan, komputer merupakan alat bantu
yang sangat diperlukan dalam kegiatan sehari-hari untuk menyelesaikan
suatu pekerjaan.
Perangkat komputer tersebut biasanya digunakan untuk menjalankan fungsi
pengelolaan sistem informasi yang dewasa ini sudah menjadi keharusan,
demi untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, keakuratan, kecepatan
operasional perusahaan/organisasi. Khususnya pada sekolah dasar swasta
yang mempunyai peranan dan tanggung jawab didalam usaha melaksanakan
program pendidikan nasional.
Pada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) Ar-Rahmah Makassar selama ini
penyajian dan pengolahan datanya masih menggunakan program aplikasi yang
sederhana. Seperti penyimpanan data siswa yang berjumlah 347 orang
tidak teratur sehingga untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan
terkadang harus mencarinya satu persatu. Hal itu disebabkan oleh karena
pengolahan data masih menggunakan Microsoft Word dan Excel. Dari
kegiatan Administrasi tersebut memberi kesan kepada peneliti tidak
optimal sehingga menyebabkan lambatnya proses pencarian dan penyajian
data yang dibutuhkan, dan mengkibatkan banyaknya waktu yang terbuang.
Berdasarkan fenomena tersebut diatas maka dipandang perlu melakukan
penelitian mengenai sistem informasi yang sesuai diterapakan pada SDIT
Ar-Rahmah Makassar. Dengan mengedepankan efektifitas dan efisiensi dari
segi tenaga, biaya dan keamanan data, serta dari segi kebutuhan, baik
sekarang maupun pengembangan dimasa yang akan datang dengan mengambil
judul tentang : “SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA SEKOLAH DASAR ISLAM
TERPADU (SDIT) ” .
B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka masalah pada penelitian
ini dibatasi pada perancangan sistem informasi akademik pada sekolah
dasar islam terpadu (SDIT) Ar-Rahmah Makassar. Sistem yang akan
dirancang ini berisi: 1) Data siswa, 2) data guru-staff, 3) data
pelajaran, 4) data perpelajaran. Dalam perancangan sistem tersebut
digunakan bahasa pemrograman Delphi dan MySQL.
C. Rumusan Masalah
Dari latar belakang dan batasan masalah yang telah dikemukakan, maka
dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana merancang sistem informasi
akademik yang tepat pada sekolah dasar islam terpadu (SDIT) Ar-Rahmah
Makassar.
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang suatu sistem informasi
efektif dan efesien dari segi tenaga dan waktu untuk digunakan pada
sekolah dasar islam terpadu (SDIT) Ar-Rahmah Makassar.
2. Manfaat Penelitian
1. Menghasilkan Sistem Informasi Siswa yang dapat menyajikan informasi
yang akurat dan aktual untuk mendukung tugas dan fungsi manajemen ,
khususnya dalam pengolahan data akademik pada sekolah dasar islam
terpadu (SDIT) Ar-Rahmah Makassar.
2. Agar waktu yang dibutuhkan lebih efisien dan kerja lebih efektif untuk mencari data-data yang diperlukan.
3. Menambah wawasan dalam bidang ilmu pengetahuan khususnya ilmu komputer dalam merancang sistem informasi akademik.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Konsep Dasar Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan utuh yang terdiri dari beberapa bagian yang
saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
Sebuah sistem terdiri dari berbagai unsur yang saling melengkapi dalam
mencapai tujuan atau sasaran.
Unsur-unsur terdapat dalam sistem itulah yang disebut dengan nama
sub-sistem. Subsistem-subsistem tersebut harus selalu berhubungan dan
berinteraksi melalui komunikasi yang relevan sehingga sistem dapat
bekerja secara efektif dan efesien. Sebuah sistem juga mempunyai sesuatu
yang lebih besar ruang lingkupnya yang disebut dengan supra sistem.
Sebagai contoh, jika sekolah dipandang sebagai sistem, pendidikan adalah
supra sistemnya dan siswa adalah sub-sistemnya.
Menurut Stepen A.Mascove dan Mark G.Simki (Hermalinda 2006), “sistem
adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem yang
berusaha untuk mencapai tujuan yang sama”.
Menurut Bartalanfy (Maswing 2009), “sistem merupakan seperangkat unsur
yang saling terikat dalam suatu relasi diantara unsur-unsur tersebut
dengan lingkungan”.
Menurut Mc Leod (Hanif AF 2007),” sistem merupakan sekelompok elemen
yang berinteraksi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan”.
Sedangkan menurut Jogianto H.M (2006),” sistem merupakan suatu kesatuan
yang terdiri dari satu atau lebih komponen atau sub-sistem yang
berinteraksi untuk mencapai tujuan. Masing-masing sub-sistem dapat
terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi yang saling
berinteraksi dan saling berhubungan membentuk suatu kesatuan sehingga
tujuan atau sasaran dapat tercapai”. Sebagai contoh sistem komputer
dapat terdiri dari sub-sistem perangkat keras sebagai hardware dan
sub-sistem perangakat lunak software. Sub-sistem perangkat keras dapat
terdiri dari alat masukan, alat pemproses dan alat simpanan.
Dari beberapa pendapat ahli diatas, maka dapat disimpulan bahwa sistem
adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan terpadu yang
menangani pemprosesan tertentu sehingga menghasilkan produk yang
tertentu pula.
1. Karakteristik Sistem
Menurut Jogiyanto, H.M, (2005), karakteristik sistem adalah sifat-sifat
tertentu pada sistem yaitu mempunyai komponen-komponen, batas sistem
lingkungan luar sistem, penghubung sistem, masukan sistem dan keluaran
sistem. Jogiyanto, H.M (2005), mengemukakan bahwa suatu sistem memiliki
beberapa karakteristik yaitu :
a. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri atas sejumlah komponen yang saling berinteraksi,
yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Komponen-komponen atau elemen-elemen sistem dapat berupa atau
subsistem-subsistem atau bagian-bagian. Setiap sistem tidak peduli
betapa pun kecilnya selalu mengandung komponen-komponen atau
subsistem-subsistem untuk manjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi suatu sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat
mempunyai sistem yang lebih besar yang disebut dengan supra sistem.
b. Batas Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem
yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini
memungkinkan suatu sistem dipandang suatu satu kesatuan. Batasan suatu
sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
c. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar sistem dari suatu sistem apapun diluar batas dari sistem
yang memepengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat
bersifat menguntungkan dan dapat pula merugikan sistem tersebut.
Lingkungan luar sistem yang menguntungkan merupakan energi dari sistem
dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara sedangkan lingkungan
luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan jika tidak akan
mengganggu sistem tersebut.
d. Penghubung (Interface)
Merupakan media penghubung antara satu subsistem lainnya. Melalui
penghubung ini memungkinkan sumberdaya mengalir dari satu subsistem
lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan
(input) untuk subsistem lainnya melalui penghubung. Dengan penghubung
satu subsistem dapat berintegrasi dengan susbsistem lainnya membentuk
satu kesatuan.
e. Masukan (input)
Adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa
masukan perawatan dan masukan sinyal. Maintenance input adalah energi
yang diproses untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal
input untuk diolah menjadi informasi.
f. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran (output) hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan
untuk menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukan
untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Misalnya untuk
sistem komputer, panas yang dikeluarkan adalah keluaran yang tidak
berguna, sedangkan informasi adalah keluaran yang berguna.
g. Pengolahan Sistem
Suatu sistem mempunyai suatu bagian pengolah yang dapat merubah masukan
menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah bahan baku dan
bahan-bahan lainnya menjadi keluaran berupa barang jadi.
h. Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak
mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya. Sasaran dari
sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan
keluaran yang dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila
mengenai sasaran atau tujuannya.
2. Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah kegiatan membentuk kerangka sebuah sistem
informasi sebagai gambaran sistem yang akan dibuat kepada pemakai.
Menurut Robert J.Venzello dan Jhon Reuter (Jogianto Hartono 2002), tahap
setelah analisis dari siklus pengembangan sistem pendefenisian dari
kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk merancang bangun
implementasi menggambarkan suatu sistem di bentuk.
Menurut Jhon Bruch dan Gary Grundnitski (Jogianto Hartono 2002),
desain sistem dapat didefenisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan
pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah
kedalam suatu kesatuan yang utuh.
Berdasarkan defenisi diatas maka disimpulkan bahwa perancangan sistem
merupakan kegiatan untuk pengembangan sistem dan prosedur baru dalam
kaitannya dengan sasaran-sasaran yang dikehendaki oleh pihak manajemen,
untuk memperoleh suatu sistem informasi yang mampu dipakai untuk
manajemen instansi/perusahaan secara lebih efektif dan efisien.
3. Langkah-langkah Perancangan Sistem
Lebih lanjut Tauri (2004) mengemukakan bahwa perancangan sistem
merupakan sebuah proses yang terdiri dari beberapa langkah-langkah,
yaitu :
1. Mempelajari dan mengumpulkan data untuk disusun menjadi sebuah struktur data yang teratur sesuai dengan sistem yang dibuat.
2. Melakukan evaluasi serta merumuskan pelayanan sistem yang baru secara
rinci dan keseluruhan dari masing-masing bentuk informasi yang akan
dihasilakn atau disajikan.
3. Menganalisis kendala yang akan dihadapi dari permasalahan yang mungkin timbul akibat dalam proses perancangan sistem.
4. Menyusun kriteria tampilan informasi yang akan dihasilakn secara
keseluruhan, sehingga dapat memudahkan dalam hal pengendetifikasian,
analisis dan evaluasi terhadap aspek yang ada dalam permasalahan
tesebut.
5. Pemahaman akan sasaran sistem yang kan diinginkan oleh manajemen
tersebut juga dipakai sebagai ruang lingkup dari sistem yang akan
derencanakan.
B. Konsep Dasar Informasi
Informasi merupakan hal yang sangat vital dalam suatu organisasi. Jika
informasi tesebut dapat memberikan arti bagi penerimanya, maka informasi
itu mempengaruhi suatu keputusan yang telah diambil sebelumnya sehingga
dapat memberi suatu nilai tertentu. Davis, (Adiwardana, 2006),
mengemukakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi
bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya dan bermanfaat dalam
mengambil keputusan baik saat ini atau mendatang.
1. Sistem Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berarti dan
lebih berguna bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data. Data
merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datim atau data item. Data
adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan
nyata. Kejadian (event) adalah suatu yang terjadi pada saat tertentu.
Kesatuan nyata merupakan objek nyata seperti tempat, benda, orang dan
lain sebagainya yang betul-betul ada dan terjadi.
Menurut Lucus (Jogiyanto, 2005), informasi merupakan kenyataan yang
tampak yang tersedia untuk mengurangi ketidakpastian tentang beberapa
keadaan atau kejadian.
Menurut Versello dan Reuter III (Jogianto 2005) Informasi merupakan
kumpulan data yang relevan dan mempunyai arti yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan.
Data diolah melalui suatu model yang disebut siklus informasi atau
siklus pengolahan. Data yang diolah atau diproses yang akan menghasilkan
keluaran berupa informasi, informasi tersebut akan menjadi input bagi
proses berikutnya dan seterusnya lagi terus berputar.
2. Kualitas Informasi
a. Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak
menyesatkan. Informasi harus akurat dari sumber informasi sampai ke
penerima informasi.
b. Tepat pada waktunya, artinya informasi yang datang pada penerima
tidak boleh terlambat, informasi yang sudah usang tidak mempunyai nilai
lagi dan bila informasi terlambat akan dapat menimbulkan masalah dalam
organisasi.
c. Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk
pemakainya. Relevansinya informasi untuk tiap-tiap orang, satu dengan
yang lainnya berbeda.
Informasi dalam ruang lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri yaitu sebagai berikut :
a. Benar atau salah, ini dapat berhubungan dengan realita atau tidak.
b. Baru, informasi dapat sama sekali baru dan segar bagi penerimanya.
c. Tambahan, informasi dapat mempengaruhi atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada.
d. Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi dan informasi salah atau palsu sebelumnya.
e. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.
Dalam berbagai literature manajemen, terkandung suatu pengertian
informasi yang sasaran akhirnya adalah untuk pengambilan keputusan.
Penggunaan informasi diharapkan akan menambah pengetahuan bagi yang
menggunakannya. Namun demikian tidak selamanya bahwa pengguna informasi
akan mengakibatkan suatu pilihan mutlak.
3. Nilai Informasi
Nilai dari informasi (Value of Information) ditentukan dari dua hal,
yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan
bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya
mendapatkannya.
Akan tetapi perlu diperhatikan dalam informasi, umumnya dapat digunakan
untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan untuk menghubungkan
suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya
untuk memperolehnya, karena sebagian informasi dinikmati tidak hanya
oleh satu pihak dalam perusahaan. Lebih lanjut sebagian informasi tidak
dapat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi ditaksir
efektivitasnya.
C. Sistem Flowchart
Sistem flowchart merupakan diagram alir yang menggambarkan suatu sistem
peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data serta
hubungan antara peralatan tersebut. Sistem flowchart ini tidak digunakan
untuk menggambarkan langkah untuk memecahkan masalah tetapi hanya untuk
menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibentuk.
Bagan alir (flowchart) merupakan yang menunjukkan arus pekerjaan secara
keseluruhan dalam sebuah sistem, menunjukkan urutan-urutan dari prosedur
yang ada, serta menunjukkan apa yang harus dikerjakan oleh sebuah
sistem. Bagan alir digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol sebagai
berikut :
Dokumen, yang menunjukkan dokumen input / output baik proses manual, mekanik maupun komputerisasi.
Merupakan simbol yang menunjukkan kegiatan secara manual.
Merupakan simbol pengarsipan.
Merupakan simbol entry data
Merupakan simbol data yang disimpan secara permanen pada disk bermagnet.
D. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah salah satu metode yang digunakan untuk
menganalisis sistem dengan menggunakan simbol-simbol/notasi khusus.
Penggunaan notasi atau simbol dalam diagram arus data berguna untuk
membantu komunikasi antara sistem analisis dengan pemakai sistem, agar
dapat memahami suatu sistem secara logika, selain itu simbol dalam
diagram arus data juga membantu untuk memahami suatu sistem pada semua
tingkat kompleksitasnya.
Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam Data Flow Diagram (DFD) yaitu :
Simbol proses, menunjukkan transformasi dari masukan menjadi keluaran.
Simbol operasi luar, menunjukkan opersasi yang dilakukan diluar proses operasi komputer.
Simbol garis aliran atau arus data, menggambarkan gerakan data atau informasi dari suatu bagian ke bagian lain.
Simbol penyimpanan, digunakan untuk menyimpan kumpulan data atau paket data.
E. Basis Data (Database)
Data mempunyai nilai selama bias diperoleh kembali diolah dan disediakan
untuk orang yang membutuhkannya dalam batas waktu tertentu guna
membantu dalam pengambilan keputusan.
Pada dasarnya suatu sistem informasi manajemen menggambarkan
ketersediaan rangkaian data yang dianggap lengkap dan disimpan agar
dapat menyediakan informasi. Untuk mendukung informasi manajemen dan
pembuatan keputusan dalam suatu organisasi. Sebuah database berisi
elemen-elemen data yang terorganisir kedalam record, dan file. Secara
keseluruhan elemen-elemen tersebut adalah database, yang merupakan
pondasi sistem informasi. Database dapat pula diartikan sebagai
rangkaian terpelihara serta disimpan secara bersama-sama dalam
pengontrolan terhadap kerangkapan data untuk melayani satu atau lebih
aplikasi secara optimal. Dalam database unsur-unsur data berada pada
lokasi tertentu dan mempunyai hubungan satu sama lain. Sistem database
mencakup bentuk komponen data yang ada dalam suatu sistem. Sedangkan
basis data merupakan komponen utama yang menyusun sistem basis data.
Untuk mengintegrasikan data file kedalam suatu file diperlukan suatu
sistem yang disebut Database Management System (DBMS). Perangkat dan
perangkat lunak serta prosedur yang mengelolah data base merupakan suatu
DBMS yang memungkinkan untuk pembentukan dan peremajaan file-file,
memilih, menyortir dan menampilkan data serta untuk menghasilkan
laporan-laporan.
Fungsi DBMS adalah :
1. Menyediakan sistem berkas yang cepat.
2. Mencegah kerangkapan data.
3. Memungkinkan adanya modifikasi secepat mungkin.
4. Menyediakan sistem yang memungkinkan dilakukannya pengembangan terhadap sistem database.
5. Melindungi dari pemakai yang tidak bertanggung jawab.
F. Bahasa Pemrograman
1. Pemograman Borland Delphi
Dikutip dari buku Divisi Penelitian dan Pengembangan MADCOMS-MADIUN
(2003), Borland Delphi merupakan suatu bahasa pemrograman yang
memberikan berbagai fasilitas pembuatan aplikasi visual. Keunggulan
bahasa pemrograman ini terletak pada produktivitas, kualitas.
Pengembangan perangkat lunak, kecepatan komilasi, pola desain yang
menarik serta dierkuat dengan pemrogramannya yang terstruktur.
Keunggulan lain dari Delphi adalah dapat digunakan untuk merancang
program aplikasi yang memiliki tampilan seperti program aplikasi lain
yang berbasis Windows.
Menurut Paulus (2004), khusus untuk pemrograman database, Borland Delphi
menyediakan fasilitas objek yang kuat dan lengkap yang memudahkan
programmer dalam membuat program. Format database yang dimiliki Delphi
adalah format database Paradox, dBase, MS. Access, ODBC,SyBASE, Oracle
dan lain-lain.
2. MySQL
MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah program pembuat
database yag bersifat open source, artinya siapa saja boleh
menggunakannya dan tidak dicekal.
MySQL dikembangkan oleh sebuah perusahaan Swedia yang bernama MySQL AB,
yang pada saat itu bernama T.cX data consult AB, dimulai sejak sekitar
tahun 1994 sampai 1995. Tujuan mula-mula perusahaan tersebut MySQL untuk
mengembangkan aplikasi Delphi yang dimiliki kliennya.
Saat itu Michael Widenius (“Monty”), pengembang satu-satunya MySQL di
T.cX, memiliki aplikasi UNIREG dan rutin ISAM yang dibuat sendiri dan
sedang mencari interface (antara muka) SQL yang dijalankan pada MySQL.
MySQL merupakan server dimana pemrosesan data terjadi di server dan
kliennya hanya mengirim data serta meminta data. Oleh karena itu
pemrosesan terjadi di server sehingga pengaksesan data tidak terbatas.
Pengaksesan data dapat dilakukan di mana saja, oleh siapa saja dengan
catatan komputer telah terhubung ke server. Lain halnya dengan database
desktop dimana segala pemrosesan data seperti penambahan data ataupun
penghapusan data dilakukan pada komputer yang bersangkutan.
MySQL mempunyai lisensi yang cukup kompleks yaitu jika instal pada
sistem operasi Microsoft Windows adalah shareware tetapi tidak mempunyai
expired date (batas waktu), sedabgkan jika di install pada system
opersai selain Microsoft Windows ada free sesuai dengan General Public
License (GPL)
Versi komersial MySQL hanya ditekankan pada penggunaan server saja
sedangkan untuk kliennya kita dibebaskan untuk mengubah dan mengkompile
ulang source codenya dengan catatan harus juga melepasnya dengan license
GPL, kita juga diperbolehkan menggunakan MySQL. Untuk hal-hal yang
bersifat komersial dari pihak pengembang juga menawarkan technical
support (dukungan teknis) jika kita mempunyai masalah, sehingga kita
tidak terlalu direpotkan oleh masalah tersebut.
MySQL termasuk dalam kategori Database Management System (DBMS), yaitu
database yang terstruktur dalam pengolahan dan penampilan data. Sejak
computer dapat menangani data yang besar, database management sytem
memegang peranan sangat penting dalam pengolahan data hal ini sangat
diperlukan, karena data tersebut dapat diatur sesuai dengan kebutuhan
pemakainya.
G. Pengertian Sistem Informasi Akademik
Sistem Informasi Akademik adalah sistem secara khusus dirancang untuk
memenuhi kebutuhan Perguruan Tinggi yang menginginkan layanan pendidikan
yang terkomputerisasi untuk meningkatkan kinerja, kualitas pelayanan,
daya saing dan kualitas SDM yang dihasilkannya.
Sistem Informasi Akademik siswa sangat membantu dalam pengelolaan data
nilai siswa, mata pelajaran, data staf pengajar (guru) serta
administrasi sekolah yang sifatnya masih manual untuk dikerjakan dengan
bantuan Software agar mampu mengefektifkan waktu dan menekan biaya
operasional.
Keunggulan Sistem Informasi Akademik :
1. Membantu sekolah mengembangkan dan melaksanakan kurikulum dengan bantuan program aplikasi akademis sekolah
2. Membantu sekolah mengembangkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan
di sekolah yang bersangkutan dalam memanfaatkan program aplikasi
dimaksud.
3. Meningkatkan mutu layanan akademis sekolah.
4. Memberikan rangsangan terhadap masyarakat sekolah untuk menggunakan teknologi khususnya program dimaksud.
5. Memberikan pelayanan prima kepada lembaga dan masyarakat yang membutuhkan informasi akademik dengan cepat dan akurat
6. Peningkatan mutu manajemen sekolah dan kelembagaan pendidikan.